7 Tips Memilih Web Hosting Terbaik dalam Membangun Website

panduan memilih paket hosting terbaik dan berkualitas

Secara sederhana, web hosting adalah tempat untuk menyimpan semua jenis file/data yang berhubungan dengan website/situs. Jika diibaratkan, hosting itu seperti rumah, sedangkan barang di dalam rumah adalah file website itu sendiri. Bisa dimengerti, kan?

Jadi, buat kamu yang ingin membangun sebuah website dipastikan harus membeli hosting terlebih dahulu untuk menyimpan file-file di web kamu nantinya. Ada banyak penyedia web hosting baik di dalam ataupun luar negeri. Tinggal kamu sesuaikan saja dengan kebutuhanmu.

Kalau target pasarnya Indonesia, beli hosting dalam negeri. Kalau target pasarnya bule, beli hosting luar negeri. Begitu misalnya.

Jenis Hosting

Hosting itu memiliki beberapa kategori dengan kemampuan yang berbeda-beda. Sangat penting untuk memilih paket hosting yang tepat agar website bisa berjalan normal tanpa kendala. Berikut beberapa jenis hosting:

1. Shared Hosting

Ini adalah paket termurah. Pada paket ini, banyak website akan ditempatkan dalam satu server yang sama. Dengan kata lain, kamu harus berbagi sumber daya dengan website lain yang ada satu server dengan website-mu. Jumlahnya bisa puluhan bahkan ratusan, tergantung ketentuan dari provider hostingnya.

Paket ini cocok untuk pemula di bidang website yang sekedar ingin coba-coba saja. Pengoperasiannya juga tidak sulit karena tidak membutuhkan pengetahuan teknis yang tinggi.

2. VPS (Virtual Private Server)

VPS adalah tipe server dengan teknologi virtualisasi untuk membagi satu server fisik menjadi banyak server virtual. Pembagian ini mampu meningkatkan fleksibilitas seseorang dalam mengelola sebuah website. Meskipun secara normal banyak website ada pada satu server yang sama, masing-masing website tersebut memiliki kontrol sendiri.

Setiap VPS juga mampu menjalankan sebuah sistem operasi secara individu (terpisah) meski berada pada satu komputer yang sama. Paket ini adalah pilihan minimal jika kamu ingin membangun sebuah website untuk urusan komersil.

3. Dedicated Server

Seperti namanya, Dedicated server bisa dibilang merupakan sebuah server pribadi yang digunakan untuk satu orang saja. Dengan kata lain, website-mu akan memiliki satu server penuh tanpa ada website milik orang lain yang di-host pada server tersebut.

Jadi, kontrol atas servermu menjadi tanggung jawabmu sendiri. Semua spesifikasi hosting seperti CPU, RAM, dan HDD juga akan kamu nikmati sendiri. Sangat powerfull untuk dijadikan rumah website.

4. Cloud Hosting (Multi Server)

Cloud Hosting adalah layanan hosting yang memungkinkan sebuah website terhubung ke banyak server. Hal tersebut bertujuan untuk menangani jika terjadi keterbatasan resource pada salah satu server. Ibaratnya, kamu punya reseouce tak terbatas untuk website yang kamu kelola.

Kelebihan menggunakan cloud hosting adalah kamu bisa menentukan spesifikasi server yang ingin kamu gunakan (sesuai kebutuhan). Jadi, tidak ada sumber daya yang terbuang sia-sia disini. Apabila suatu saat kebutuhan meningkat, kamu juga dapat dengan mudahnya menambah kapasitas servermu tanpa mempengaruhi proses yang sedang berjalan.

apa itu hosting dan perbedaannya

Memilih Web Hosting Terbaik

Setelah mengetahui jenisnya, selanjutnya adalah bagaimana cara memilih web hosting yang bagus? Untuk hal ini, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Spesifikasi Server

Sama seperti membeli sebuah smartphone baru yang pasti kamu perhatikan spesifikasinya, kamu juga perlu mempertimbangkan spesifikasi hosting yang ingin digunakan. Kenapa saya sebut penting? Karena hal ini berbanding lurus dengan performa yang akan kamu dapat nantinya. Berikut penjelasan singkat terkait spesifikasi hosting:

  • CPU, berfungsi mengatur semua aktivitas yang ada pada komputer.
  • RAM, tempat penyimpanan sementara untuk mempercepat proses memuat website.
  • HDD, kapasitas maksimal yang bisa kamu gunakan nantinya untuk menyimpan file.
  • Bandwith, jumlah data maksimal yang bisa digunakan.
  • Inodes, jumlah file yang bisa ditamping dalam sebuah hosting.
  • Entry Process, mengatur banyaknya script web yang berjalan setiap waktu.

Silahkan pilih spesifikasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhanmu agar resource dapat dipakai maksimal tanpa terbuang percuma (spesifikasi terlalu tinggi) atau kekurangan daya (spesifikasi terlalu rendah.

2. Reliabilitas Server

Tahu istilah uptime dan downtime? Uptime adalah lama waktu sebuah server mampu memberikan layanan kepada penggunanya. 99,5% adalah angka minimal yang harus kamu pilih, jika dibawah itu, tinggalkan. Kalau bisa sih cari yang 99,9% atau 100%.

Misal sebuah penyedia hosting mengklaim layanannya memiliki nilai uptime 99%. Hal tersebut berarti kemungkinan downtime adalah 1%. Jika dihitung 1% x 30 hari x 24 jam = 7,2 jam. Itu adalah estimasi waktu downtime maksimal yang akan kamu terima. Tentunya kamu tak ingin website-mu offline selama itu, kan?

3. Support 24/7

Menurut saya, ini adalah hal wajib yang harus dimiliki setiap provider hosting. Jadi, kapanpun kamu memerlukan bantuan teknis, mereka selalu siap untuk membantu menyelesaikan masalahmu. Bayangkan jika kamu mengalami masalah dan ternyata CS sedang offline, apa yang terjadi? Bagaimanapun juga, pelanggan selalu ingin diperlakukan sebaik-baiknya.

4. Domain Gratis

Untuk semakin memanjakan calon pembeli, banyak provider hosting menawarkan paket All in One (domain + hosting). Hal ini tentunya menjadi nilai plus tersendiri, apalagi jika domain bisa kamu dapatkan secara gratis tanpa biaya tambahan.

Beberapa layanan malah ada yang memberikan SSL (Secure Socket Layer) secara cuma-cuma. Jadi, kamu tak perlu repot-repot beli SSL lagi. Namun, jangan terlalu mengharapkan bonus ini.

Pilihan dan harga SSL di Hostinger
Harga SSL di Hostinger

5. Testimoni Pengguna

Setiap penyedia layanan hosting memiliki patokan harganya masing-masing. Ada yang murah sampai mahal, tergantung dari jenis hosting dan spesifikasi yang diinginkan. Namun, di beberapa kasus, banyak juga pelanggan yang merasa tertipu karena kualitas yang dijanjikan ternyata tidak sebanding dengan apa yang mereka terima.

Hal tersebut bisa kamu minimalisir dengan memanfaatkan testimoni pengguna lain yang sudah mencicipi layanan yang ingin kamu beli. Jika ternyata banyak ulasan buruk, ada baiknya kamu pindah ke penyedia hosting lain.

6. Updragedable dan Downgradable

Apakah kamu pernah merasa hosting yang kamu beli kurang pas?

  • Spesifikasi kurang tinggi, mengakibatkan website sering down saat diakses.
  • Spesifikasi terlalu tinggi, uang yang dikeluarkan menjadi lebih boros (tidak sesuai).

Untuk mengatasi hal tersebut, penyedia hosting harus bisa memenuhi permintaanmu untuk upgrade/downgrade. Kalau harus nunggu sampai masa perpanjangan pastinya terlalu lama. Namun, sebagai pembeli kamu juga harus mempertimbangkan pilihan paket yang kamu pilih, jangan sampai salah juga.

7. Garansi Refund

Sebagai pengguna, garansi uang kembali menjadi jaminan yang sangat ampuh dan meyakinkan. Meski kamu tetap harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu, uang tersebut bisa kamu dapatkan kembali kalau ternyata layanan yang diberikan tidak sesuai dengan harapanmu.

Meski begitu, kamu jangan langsung tergiur dulu. Biasanya ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar refund bisa dilakukan. Ini yang harus kamu perhatikan agar nantinya kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan.

Bagaimana, sudah bisa menentukan hosting terbaik untuk rumah website-mu? Jika belum, kamu bisa coba membeli web hosting dari Hostinger, salah satu penyedia jasa hosting, domain, dan SSL terbaik di Indonesia.

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel