5 Perusahaan Termahal yang Pernah Diakuisisi Facebook

facebook menjadi media sosial terbesar di dunia

Jika Google adalah raksasa mesin pencari, lain halnya dengan Facebook yang bisa kita sebut dengan raksasa sosial media. Sejak awal kemunculannya, Facebook dapat mencuri perhatian banyak orang untuk menggunakan layanannya. Facebook bahkan menang telak atas Friendster yang booming lebih dahulu sebelum Facebook.

Dengan usaha keras pendirinya Mark Zuckerberg, Facebook kini menjelma menjadi sosial media terbesar dengan total pengguna aktif paling banyak di dunia. Hal ini diperkuat juga dengan akuisisi yang dilakukan Zuckerberg untuk melebarkan sayap Facebook. Sampai saat ini ada lebih dari 40 perusahaan yang sudah menjadi anak "bawahan" Facebook. Dari sekian banyak perusahaan tersebut, ada 4 perusahaan dengan nilai akuisisi terbesar yang mungkin bisa dikatakan fantastis.


1. Face.com

Face.com adalah aplikasi pendeteksi garis wajah

Face.com adalah perusahaan perangkat lunak yang dapat mengenali garis wajah. Face.com berdiri tahun 2009 dan hanya memiliki 10 karyawan saja. Pada 2011, aplikasinya bisa mengidentifikasi 18 milyar wajah. Lantas pada tahun 2012, Facebook pun membeli face,com dengan banderol $60 juta. Sejak saat itu, Facebook meluncurkan 2 fitur baru, yaitu Photo Tagger dan Photo Finder.

2. Atlas

atlas adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang iklan

Atlas mulanya adalah perusahaan milik Microsoft yang berfungsi untuk menelusuri tingkah laku pengguna internet setelah melihat iklan. Alasan Facebook mengakuisisi Atlas adalah untuk meningkatkan kualitas iklan di Facebook (Facebook Ads) agar lebih baik lagi, mengingat Facebook Ads merupakan salah satu media beriklan yang banyak digunakan oleh para advertiser. Atlas diakuisisi Facebook pada tahun 2013 lalu dengan nilai sebesar $100 juta.

3. Onavo

onavo adalah aplikasi untuk mengkompres penggunaan data

Onavo adalah perusahaan asal Israel yang berfokus pada pengelolaan biaya internet yang lebih murah nan hemat. Aplikasi tersebut dapat mengurangi biaya (penggunaan data) saat mengakses Facebook. Itulah kenapa Facebook bisa diakses gratis (tanpa gambar). Nilai akuisisi yang digelontorkan Facebook untuk Onavo berkisar antara $150 juta - 200 juta. Hal ini dianggap lebih murah daripada harus membangun aplikasi baru.

4. Instagram

instagram adalah sosmed berbagi foto dan video

Instagram adalah sosial media berbagi gambar dan video. Dulu, nama Instagram mungkin belum santer terdengar seperti sekarang. Ya, karena memang aktifitas berfoto memang belum terlalu ngetren. Namun, siapa yang tidak kenal Instagram sekarang? Hampir setiap orang punya hobi foto dan meng-upload fotonya ke Instagram. Hal itulah yang membuat Mark mengakuisisi sosial media yang berplatform mobile ini. Diakuisisi pada 2012 lalu dengan nilai $1 milyar menjadikan Instagram sebagai perusahaan kedua terbesar yang dibeli Facebook.

5. WhatsApp

whatsapp menjadi aplikasi pesan instan terpopuler

Sebelum seperti sekarang, dulunya WhatsApp hanyalah aplikasi chatting biasa yang minim pengguna. Berdiri tahun 2009, WhatsApp bahkan hanya memiliki 55 karyawan saja. Namanya dulu bahkan masih belum setenar BBM (Blackberry Messenger). Namun perlahan tapi pasti, WhatsApp menunjukkan tajinya dan mulai bersaing dengan aplikasi pesan instan lainnya.

WhatsApp diakuisi Facebook pada tahun 2014 dengan nilai yang terbilang fantastis, $19 milyar. Nilai yang teramat besar untuk sebuah akuisisi, hal ini juga menjadi pembelian perusahaan teknologi terbesar di dunia. Namun, langkah yang dilakukan Facebook bisa dikatakan berhasil. WhatsApp terus tumbuh dan menjadi pesan instan terbesar dengan total pengguna aktif terbanyak di dunia. Hebatnya lagi, sampai sekarang WhatsApp masih gratis dan tanpa iklan di dalamnya.

Jika dilihat, akuisisi yang dilakukan Facebook bisa dibilang berhasil dan sangat menguntungkan. Di Play Store saja, Facebook, Instagram, dan WhatsApp ketiganya sudah mencapai 1 milyar unduhan. Itupun belum termasuk pengguna iOS dan akses website via desktop. Sungguh luar biasa, Good Job Mark!

Diberdayakan oleh Blogger.